Laman

Jumat, 17 Desember 2010

RAHASIA KHUSYU' DALAM SHALAT

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat wara' dan sangat khusyu' sholatnya. Namun dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyu' dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyu'.


Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan sholat?"
Hatim berkata : "Apabila masuk waktu sholat aku berwudhu’ dzahir dan bathin."
Isam bertanya, "Bagaimana wudhu’ dzahir dan bathin itu?"


Hatim berkata, "Wudhu’ dzahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air.
Sementara wudhu’ bathin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :
1. Bertaubat
2. Menyesali dosa yg dilakukn
3. Tidak tergila-gila akan dunia
4. Tidak mencari / mengharap pujian orang (riya’).
5. Tinggalkan sifat berbangga
6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu.
7. Meninggalkan sifat dengki


Seterusnya Hatim berkata,
"Kemudian aku pergi ke masjid, aku bersiap shalat dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Shirathal Mustaqim’ dan aku menganggap bahwa shalatku kali ini adalah shalat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. Setiap bacaan dan doa dalam shalat ku fahami maknanya, kemudian aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas.


"Beginilah aku bershalat selama 30 tahun." kata Hatim.
Tatkala Isam mendengar, menangislah dia karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar