Laman

Sabtu, 06 November 2010

nasihat seorang ayah kepada putrinya

wahai putriku....

laki-laki yang baik dan soleh, akan datang kepadamu, dengan segala kerendahan hati, memohonkan maaf, menawarkan kepadamu hubungan yang halal dan terhormat. ia datang untuk meminang dan mengawinimu.

seorang gadis betapapun tinggi kedudukannya, betapapun banyak hartanya, betapa hebat ketenaran dan pengaruhnya, dia pasti mempunyai cita-cita: " Mencapai kebahagiaan yang tinggi yaitu bersuami,menjadi istri yang solehah, terhormat dan ibu rumah tangga yang baik".

perkawinan adalah cita-cita yang paling tinggi bagi wanita. jabatan wanita yang tinggi,apakah dia anggota parlemen atau mentri atau bahkan presiden. tetap masih dibawah tingkat pernikahan.

laki-laki pada dasarnya akan mencari wanita terhormat dan bukan wanita jalang atau bejat. seandainya seorang laki-laki bertunangan dengan wanita baik-baik, tetapi tiba2 sang wanita itu berubah akhlaknya, dia nyeleweng dan masuk kepada perangkap nista, cepat2 si laki-laki itu pamit meninggalkannya. dia akan tegap melangkah keluar. laki-laki yg baik, pasti tidak akan rela melihat anaknya keluar dari perut ibu yang cela dan apalagi membesarkan dan memeliharanya.

seorang pria jalang yg bejat dan menjijikan, bila tidak dapat mangsa gadis yang mau mengorbankan kehormatan dirinya dibawah lutut kakinya dan menjadi alat permainannya dan bila ia juga tidak mendapatkan wanita pelacur atau gadis yang lengah yang mau dikawini dengan agama setan iblis serta syariat binatang, dia pasti akan datang mencari jodoh seorang istri yang mau dinikahi dengan landasan sunnah agama islam.

putriku, sepi dan lesunya pasar pernikahan dan perkawinan, penyebabnya adalah karena kesalahnmu sendiri. jatuhnya pasaran dan nilai perkawinan dan makin ramainya bursa pelacuran adalah juga karena perbuatanmu!

kalian,para wanita tentu akan lebih bisa dan mampu berbuat dari pada kaum pria. kalian lebih mengerti dan paham berbicara dengan bahasa wanita, menguraikan dan memberikan penerangan.

wahai putriku,

itulah nasihatku yang hak dan benar.

mudah-mudahan engkau mau mendengar.

jangan engkau dengar omongan yang lain.

yang mengajak kepada lalai.

hanya ditanganmu wahai putriku.

bukan ditangan kami kaum pria.

hanya ditanganmu saja kunci pintu kebaikan.

kalau engkau mau memperbaiki dirimu,

maka seluruh umat akan menjadi baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar