Burung Bulbul adalah seekor burung yang hampir gila karena gairah nafsunya yang membara. Perasaanya dituangkan dalam ribuan nada dan nyayian. dan setiap nada mengandung rahasia-rahasia cinta.
"Rahasia-rahasia cinta tidak asing lagi bagiku" katanya.Aku selalu mengajarkan nyanyian-nyanyian baru dan selalu pula mengulang duka yang baru. Bila aku terpisah dari mawarku maka hidup akan terasa sunyi. Aku tidak dapat lagi bernyanyi. Dan tak akan kubisikkan rahasiaku kepada siapapun.
Hanya mawar yang mengerti perasaan cintaku. Cintaku pada mawar sangat dalam sehingga aku tak sempat memikirkan diriku sendiri. Hidupku disibukkan oleh mawar yang kelopaknya bercabang bagaikan kerang.
Nasihat Burung HudHud kepada burung BulBul
"Wahai burung BulBul, engkau telah disilaukan oleh bentuk lahir segala sesuatu, Berhentilah menikmati ketergantungan yang menyesatkan. "Cinta mawar itu berduri, Mengusik. dan menguasai dirimu. Meskipun mawar sangat jelita namun keindahanya fana. Barangsiapa yang mencari kesempurnaan diri, janganlah diperbudak oleh cinta yang cepat berlalu. Jika senyuman mawar itu membangkitkan birahimu, itu hanya memenuhi hari dan malammu dengan ratapan dan kesedihan.
Tinggalkanlah mawar dan malulah terhadap dirimu sendiri. Di setiap awal musim semi ia mentertawakanmu dan kemudian layu tak lagi mau tersenyum padamu.
Minggu, 20 Juni 2010
Tiga kata ajaib
1. MAAF
sorry Jangan segan-segan untuk mengucapkan maaf. Mungkin sebagian orang merasa pantang untuk mengucapkan kata ini, karena banyak anggapan bahwa orang yang meminta maaf akan dianggap lemah, kalah, atau tidak berdaya..
Benarkah ?
Tidak !! kata maaf dapat memunculkan sifat rendah hati, “Maaf” membuat kita bisa menerima keadaan diri kita.. sebagai seorang manusia biasa, yang nggak mungkin luput dari kesalahan.
“Maaf” dapat membantu kita dalam ‘proses mengampuni’ diri sendiri – yang pada akhirnya dapat membawa ke proses ‘mengampuni orang lain’. “Maaf” bukan berarti kalah, sebaliknya, maaf membuat kita belajar menghargai orang lain yang pada akhirnya akan membawa ‘kemenangan tak terduga’ pada diri kita – “Maaf” memberi pelajaran bahwa ‘kebenaran adalah hak bagi semua orang’.
Bahkan, kadangkala “maaf” dapat membuat musuh-musuh kita malu, malu akan dirinya sendiri, malu akan kesombongan dan keangkuhan yang selalu ia pegang selama ini (Apalagi kalau dia betul-betul tahu bahwa sebenarnya kesalahan ada pada dirinya sendiri).
Dan jangan takut untuk meminta maaf !!! dan jangan pernah khawatir “Maaf”-mu tidak diterima.. Bukankah di dalam lubuk hati terdalam setiap manusia, akan selalu ada keinginan untuk memaafkan dan mengampuni orang lain ?
So.. Jangan ragu-ragu untuk mengucapkan kata “Maaf” – dan buka hati anda, serta hancurkan kesombongan itu !
2. TOLONG
help Setiap orang tahu, kalau kita adalah makhluk sosial – makhluk yang tak mungkin mampu hidup sendiri tanpa orang lain. So.. kata “Tolong” adalah kata yang ’sangat wajar diucapkan’.
“Tolong” membuat kita menyadari keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam diri kita.. “tolong” membuat kita ‘lebih mampu’ menerima diri kita sendiri – secara apa adanya. “Tolong” membuat kita lebih mampu untuk melihat secara jernih.. apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita lakukan – dan dalam proses lebih lanjut hal ini dapat membantu kita untuk menerima setiap kekurangan yang ada dalam diri kita.
Sebagian orang merasa ‘malu’ untuk berkata “tolong” ..kenapa ? karena secara tidak sadar kita memang ‘terdidik’ untuk menjadi ‘mandiri’.. MANDIRI ? .. TIDAK !! Mandiri bukan berarti kita tidak membutuhkan orang lain, mandiri bukan berarti menjadi egois dan tidak pernah melibatkan orang lain. Mandiri adalah sebuah proses penemuan jati diri – dan setahuku kata “Tolong” akan sangat dibutuhkan untuk menuju kemandirian.. dan jika tidak – anda akan tersesat kepada keegoisan semata.
Jangan ragu-ragu untuk meminta tolong kepada seseorang.. tahukah anda bahwa di dalam hati seseorang pasti selalu ada keinginan untuk menolong orang lain ? bahwa selalu muncul harapan agar bisa membantu dan berarti bagi orang lain ? Yup !! ini adalah insting alami yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.
So.. hargailah orang lain dengan meminta ‘tolong’ kepada dia.. buatlah dia merasa berharga di hidupmu, biarkan dia merasa lega dan bahagia karena bisa menolong anda.. Jangan malu untuk meminta tolong kepada orang lain.. termasuk orang-orang yang anda benci – karena biasanya kebencian itu akan ‘runtuh’ saat kasih mengalir dalam sebuah pertolongan yang tulus.
3. TERIMA KASIH
thanks Terima kasih ? yup.. kata-kata yang sering kita lupakan saat kita menerima bantuan dari orang lain. Memang, bagi sebagian orang – sangat sulit untuk mengucapkan ini. Kenapa? karena “terima kasih” membutuhkan ketulusan, “terima kasih” membutuhkan tatapan mata yang hangat, “terima kasih” membutuhkan sentuhan kasih… sudahkah kita lupa akan hal-hal ini ?
Kita harus menyadari, bahwa sebenarnya bantuan yang diberikan orang lain kepada kita – apapun itu – tidak akan bisa tergantikan. Banyak orang berusaha ‘membalas budi’ kepada orang lain.. tetapi seringkali hal ini malah melahirkan kekecewaan bahkan permusuhan.
Kenapa ? karena tidak akan ada budi yang bisa terbalaskan.. mata tidak mungkin diganti dengan mata – gigi tidak mungkin digantikan dengan gigi – dan hidup tidak akan mungkin digantikan dengan hidup !
Bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah bukan orang yang kita kenal ? bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah orang tua kita ? bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah seorang malaikat ? dan bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah Tuhan ? mampukah kita ‘membalas-Nya’ ?
Jawabannya simpel : MAMPU !!
Tuhan telah merakit dua kata ini untuk anda.. TERIMA KASIH !! dua kata ini sudah mewakili semuanya. Dua kata ini sudah mewakili balasan apapun yang pernah diberikan oleh orang-orang di sekitar anda. Kata ‘terima kasih’ yang anda ucapkan – mewujudkan bahwa pertolongan yang dia berikan adalah pertolongan yang tak terbalaskan – pertolongan yang sangat berarti bagi hidup anda.
sudah berapa lamakah anda mulai ‘lupa’ mengucapkan kata-kata ini kepada orang tua, teman, atau Tuhan ?
Saya jadi ingat – ketika saya diwisuda – yang berarti awal kedewasaan hidup saya – saya bersujud dan mengucapkan ‘terima kasih’ kepada Bapak saya, yang sebagai single parent telah menjaga dan membiayai sekolah saya dari kecil.. dan tahukah apa yang terjadi ? kami menangis bersama ! sebuah hal yang sangat langka di keluarga kami.. segala kebencian dan permusuhan itu.. semuanya hancur lebur di hari wisudaku.. berganti dengan pelukan dan ciuman kasih perdamaian.. aku mulai tahu bahwa “Terima Kasih” juga mempunyai kekuatan dahsyat yang luar biasa..
Terima kasih.. dapat membuat anda belajar menghargai orang lain, dapat membuat anda ‘berdamai’ – dengan sesama, dengan alam.. dan dengan Tuhan..
Tiga kata diatas adalah tiga kata yang luar biasa – mampu merubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin – tiga kata yang bisa merubah seluruh siklus hidup menjadi lebih baik.. semoga..
OK.. that’s all my tips for today.. see u..
sorry Jangan segan-segan untuk mengucapkan maaf. Mungkin sebagian orang merasa pantang untuk mengucapkan kata ini, karena banyak anggapan bahwa orang yang meminta maaf akan dianggap lemah, kalah, atau tidak berdaya..
Benarkah ?
Tidak !! kata maaf dapat memunculkan sifat rendah hati, “Maaf” membuat kita bisa menerima keadaan diri kita.. sebagai seorang manusia biasa, yang nggak mungkin luput dari kesalahan.
“Maaf” dapat membantu kita dalam ‘proses mengampuni’ diri sendiri – yang pada akhirnya dapat membawa ke proses ‘mengampuni orang lain’. “Maaf” bukan berarti kalah, sebaliknya, maaf membuat kita belajar menghargai orang lain yang pada akhirnya akan membawa ‘kemenangan tak terduga’ pada diri kita – “Maaf” memberi pelajaran bahwa ‘kebenaran adalah hak bagi semua orang’.
Bahkan, kadangkala “maaf” dapat membuat musuh-musuh kita malu, malu akan dirinya sendiri, malu akan kesombongan dan keangkuhan yang selalu ia pegang selama ini (Apalagi kalau dia betul-betul tahu bahwa sebenarnya kesalahan ada pada dirinya sendiri).
Dan jangan takut untuk meminta maaf !!! dan jangan pernah khawatir “Maaf”-mu tidak diterima.. Bukankah di dalam lubuk hati terdalam setiap manusia, akan selalu ada keinginan untuk memaafkan dan mengampuni orang lain ?
So.. Jangan ragu-ragu untuk mengucapkan kata “Maaf” – dan buka hati anda, serta hancurkan kesombongan itu !
2. TOLONG
help Setiap orang tahu, kalau kita adalah makhluk sosial – makhluk yang tak mungkin mampu hidup sendiri tanpa orang lain. So.. kata “Tolong” adalah kata yang ’sangat wajar diucapkan’.
“Tolong” membuat kita menyadari keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam diri kita.. “tolong” membuat kita ‘lebih mampu’ menerima diri kita sendiri – secara apa adanya. “Tolong” membuat kita lebih mampu untuk melihat secara jernih.. apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita lakukan – dan dalam proses lebih lanjut hal ini dapat membantu kita untuk menerima setiap kekurangan yang ada dalam diri kita.
Sebagian orang merasa ‘malu’ untuk berkata “tolong” ..kenapa ? karena secara tidak sadar kita memang ‘terdidik’ untuk menjadi ‘mandiri’.. MANDIRI ? .. TIDAK !! Mandiri bukan berarti kita tidak membutuhkan orang lain, mandiri bukan berarti menjadi egois dan tidak pernah melibatkan orang lain. Mandiri adalah sebuah proses penemuan jati diri – dan setahuku kata “Tolong” akan sangat dibutuhkan untuk menuju kemandirian.. dan jika tidak – anda akan tersesat kepada keegoisan semata.
Jangan ragu-ragu untuk meminta tolong kepada seseorang.. tahukah anda bahwa di dalam hati seseorang pasti selalu ada keinginan untuk menolong orang lain ? bahwa selalu muncul harapan agar bisa membantu dan berarti bagi orang lain ? Yup !! ini adalah insting alami yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.
So.. hargailah orang lain dengan meminta ‘tolong’ kepada dia.. buatlah dia merasa berharga di hidupmu, biarkan dia merasa lega dan bahagia karena bisa menolong anda.. Jangan malu untuk meminta tolong kepada orang lain.. termasuk orang-orang yang anda benci – karena biasanya kebencian itu akan ‘runtuh’ saat kasih mengalir dalam sebuah pertolongan yang tulus.
3. TERIMA KASIH
thanks Terima kasih ? yup.. kata-kata yang sering kita lupakan saat kita menerima bantuan dari orang lain. Memang, bagi sebagian orang – sangat sulit untuk mengucapkan ini. Kenapa? karena “terima kasih” membutuhkan ketulusan, “terima kasih” membutuhkan tatapan mata yang hangat, “terima kasih” membutuhkan sentuhan kasih… sudahkah kita lupa akan hal-hal ini ?
Kita harus menyadari, bahwa sebenarnya bantuan yang diberikan orang lain kepada kita – apapun itu – tidak akan bisa tergantikan. Banyak orang berusaha ‘membalas budi’ kepada orang lain.. tetapi seringkali hal ini malah melahirkan kekecewaan bahkan permusuhan.
Kenapa ? karena tidak akan ada budi yang bisa terbalaskan.. mata tidak mungkin diganti dengan mata – gigi tidak mungkin digantikan dengan gigi – dan hidup tidak akan mungkin digantikan dengan hidup !
Bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah bukan orang yang kita kenal ? bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah orang tua kita ? bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah seorang malaikat ? dan bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah Tuhan ? mampukah kita ‘membalas-Nya’ ?
Jawabannya simpel : MAMPU !!
Tuhan telah merakit dua kata ini untuk anda.. TERIMA KASIH !! dua kata ini sudah mewakili semuanya. Dua kata ini sudah mewakili balasan apapun yang pernah diberikan oleh orang-orang di sekitar anda. Kata ‘terima kasih’ yang anda ucapkan – mewujudkan bahwa pertolongan yang dia berikan adalah pertolongan yang tak terbalaskan – pertolongan yang sangat berarti bagi hidup anda.
sudah berapa lamakah anda mulai ‘lupa’ mengucapkan kata-kata ini kepada orang tua, teman, atau Tuhan ?
Saya jadi ingat – ketika saya diwisuda – yang berarti awal kedewasaan hidup saya – saya bersujud dan mengucapkan ‘terima kasih’ kepada Bapak saya, yang sebagai single parent telah menjaga dan membiayai sekolah saya dari kecil.. dan tahukah apa yang terjadi ? kami menangis bersama ! sebuah hal yang sangat langka di keluarga kami.. segala kebencian dan permusuhan itu.. semuanya hancur lebur di hari wisudaku.. berganti dengan pelukan dan ciuman kasih perdamaian.. aku mulai tahu bahwa “Terima Kasih” juga mempunyai kekuatan dahsyat yang luar biasa..
Terima kasih.. dapat membuat anda belajar menghargai orang lain, dapat membuat anda ‘berdamai’ – dengan sesama, dengan alam.. dan dengan Tuhan..
Tiga kata diatas adalah tiga kata yang luar biasa – mampu merubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin – tiga kata yang bisa merubah seluruh siklus hidup menjadi lebih baik.. semoga..
OK.. that’s all my tips for today.. see u..
Label:
Bacaan
Si Tolol, Si Bijak dan Si Kendi
Seorang tolol merupakan panggilan bagi orang biasa, yang
senantiasa salah menafsirkan apa yang terjadi atasnya, apa
yang dikerjakannya, atau apa yang dilakukan orang lain. Ia
melakukan semuanya itu begitu meyakinkan sehingga bagi
dirinya dan orang-orang semacamnya segi kehidupan dan
pemikiran yang luas tampak masuk akal dan benar.
Seorang tolol semacam itu pada suatu hari disuruh membawa
kendi menemui seorang bijaksana untuk meminta anggur. Di
tengah jalan, karena kecerobohannya Si Tolol itu
membenturkan kendinya ke batu, dan pecah.
Ketika ia sampai dirumah orang bijaksana itu, ia memberikan
pegangan kendinya, katanya, "Tuan Anu menyuruh saya
memberikan kendi ini kepada Tuan, tetapi di tengah jalan ia
dicuri batu."
Karena terhibur dan ingin mendengar seluruh ceritanya, orang
bijaksana itu bertanya.
"Karena kendi itu telah di curi, kenapa kau berikan kepadaku
pegangannya?"
"Saya tidak setolol yang disangka orang," kata Si Tolol itu,
"oleh karena saya membawa pegangan kendi ini untuk
membuktikan kebenaran ceritaku."
Catatan
Suatu pokok pembicaraan yang banyak beredar di kalangan guru
darwis adalah bahwa kemanusiaan umumnya tidak bisa
membedakan suatu kecenderungan tersembunyi di balik
peristiwa-peristiwa, yang mestinya memungkinkannya
memanfaatkannya sepenuh-penuhnya. Mereka yang mampu melihat
kecenderungan itu disebut Sang Bijaksana, sementara orang
kebanyakan disebut "tidur," atau di panggil Si Tolol.
Kisah ini, yang dalam Bahasa Inggris dikutip oleh Kolonel
Wilberforce Clarke (Diwan-i-Hafiz) merupakan salah satu
contoh khas. Dengan menyerap ajaran itu lewat tokoh dan
kisah yang dilebih-lebihkan, orang-orang tertentu mampu
benar-benar "memekakan" diri untuk menangkap kecenderungan
tersembunyi itu.
oleh Idries Shah
senantiasa salah menafsirkan apa yang terjadi atasnya, apa
yang dikerjakannya, atau apa yang dilakukan orang lain. Ia
melakukan semuanya itu begitu meyakinkan sehingga bagi
dirinya dan orang-orang semacamnya segi kehidupan dan
pemikiran yang luas tampak masuk akal dan benar.
Seorang tolol semacam itu pada suatu hari disuruh membawa
kendi menemui seorang bijaksana untuk meminta anggur. Di
tengah jalan, karena kecerobohannya Si Tolol itu
membenturkan kendinya ke batu, dan pecah.
Ketika ia sampai dirumah orang bijaksana itu, ia memberikan
pegangan kendinya, katanya, "Tuan Anu menyuruh saya
memberikan kendi ini kepada Tuan, tetapi di tengah jalan ia
dicuri batu."
Karena terhibur dan ingin mendengar seluruh ceritanya, orang
bijaksana itu bertanya.
"Karena kendi itu telah di curi, kenapa kau berikan kepadaku
pegangannya?"
"Saya tidak setolol yang disangka orang," kata Si Tolol itu,
"oleh karena saya membawa pegangan kendi ini untuk
membuktikan kebenaran ceritaku."
Catatan
Suatu pokok pembicaraan yang banyak beredar di kalangan guru
darwis adalah bahwa kemanusiaan umumnya tidak bisa
membedakan suatu kecenderungan tersembunyi di balik
peristiwa-peristiwa, yang mestinya memungkinkannya
memanfaatkannya sepenuh-penuhnya. Mereka yang mampu melihat
kecenderungan itu disebut Sang Bijaksana, sementara orang
kebanyakan disebut "tidur," atau di panggil Si Tolol.
Kisah ini, yang dalam Bahasa Inggris dikutip oleh Kolonel
Wilberforce Clarke (Diwan-i-Hafiz) merupakan salah satu
contoh khas. Dengan menyerap ajaran itu lewat tokoh dan
kisah yang dilebih-lebihkan, orang-orang tertentu mampu
benar-benar "memekakan" diri untuk menangkap kecenderungan
tersembunyi itu.
oleh Idries Shah
Label:
Bacaan
AKU POHON, BULAN DAN MATAHARI
Aku pohon yang tumbuh diantara tandusnya daratan, dimana ia hidup dan dibangkitkan oleh cahaya matahari serta disejukkan oleh sinar rembulan. Begitulah langkah-langkah cinta yang kulalui di halaman hari. Akulah pohon yang hanya hadir unuk sementara di atas bumi berasal dari setiap biji yang di jatuhkan oleh musim gugur ke dalam hati bumi yang telah mengalami penderitaan tubuh dan jiwa. Di dorong oleh perasaan yang kuat, aku memiliki kata-kata untuk dikatakan, semua yang bisa kulihat, kudengar, kusentuh dan kupikirkan di atas alam ini benar-benar ada disini di dalam hatiku. Walaupun seperti itu, aku merasa menemukan diriku sendiri sebagai orang asing di semua tempat dan kadang-kadang aku pun merasa orang asing bagi diriku sendiri. Melalui kata-kata kecil dengan bisikan penuh harap yang hampir tak terdengar aku menyampaikan rasaku dan akan mengetuk pintu-pintu hati dengan tangan keyakinan.
Matahari yang lahir dalam dada Tuhan selalu membangkitkan gairah hidupku, menghangatkanku kala salju kehidupan menyelimutiku, walaupun sesekali sinarnya terkadang membakar dan menghanguskan hatiku dialah cahaya yang menerangi jalanku menuju kehidupan dari kegelapanku yang menyakitkan akan tetapi saat matahari tak mampu lagi berenang di samudra langit maka ia akan tenggelam di dalam pusara waktu serta akan tergantikan oleh bulan, ketika penglihatan lemah untuk melihat kegelapan dan kejauhan, bulan yang bagaikan bidadari dari lembah pun datang menyapaku dan terkadang mencoba membekukanku.
Ketahuilah matahari dan bulanku, aku pohon ini takkan mampu bertahan di lembaran hari tanpamu, daun perasaanku akan cepat mengering, ranting-ranting jiwaku akan kurus, dan akar hatiku pun akan membusuk di jantung padang pasir serta alam menangisiku dengan air hujannya jika tak lagi bersamamu. Dengan gerakan pikiran, aku pohon ini mencoba menutup mataku untuk melihat segala hal melalui kedalaman batinku mencari rahasia-rahasia jiwamu yang tersembunyi. Telinga jiwaku akan mendengar apa yang tidak kamu katakan dan mata hatiku akan melihat apa yang tidak kamu lakukan, aku merasa ada suatu janji antara jiwaku dan tubuhmu. Kalian telah berbaik hati padaku dimana wajah matahari yang selalu tersenyum padaku serta mengisi jiwa-jiwaku dengan keharuman hidupnya dan juga membawa cahaya kedalam hati mahluk hidup lainnya. Engkau bagaikan permata yang gemerlapan di atas daun-daun penuh warna dari semua bunga.
Bulan dalam dekapan kegelapan malam, engkau telah menerangi kegelapan hatiku, matamu yang tajam memancarkan seribu kearifan dan seolah menembus jantungku dengan keindahanmu, engkau bagai serpihan perak dari samudra langit malam yang jatuh dari tenda biru langit, aku pun melihat di dalam hatimu ada cahaya sejati dari Tuhan. Pada musim semi kehidupan melalui maknamu yang tersembunyi dan arti pentingmu yang dashyat, dengan sebuah teriakan hampa, engkau telah menguasai mimpi-mimpiku, menguasai pikiran-pikiranku dan menggoda hatiku.
Diriku telah lama mendayung di padang waktu, kini daun rambutku telah menguning, ranting-rantingku pun telah mengkerut, dan akar kakiku tak mampu lagi mencari tetesan air kehidupan. Tibalah waktuku untuk memilih dengan siapa aku akan menjalani sisa nafasku.
Sesungguhnya aku ingin merasakan cahayamu secara bersamaan, tapi itu takkan pernah terjadi karena bulan dan matahari takkan pernah bersatu.
Suatu saat aku akan menemukan diriku sendiri dalam kehadiranmu. Waktulah yang akan menjawab pertanyaan dalam hatimu.
Matahari yang lahir dalam dada Tuhan selalu membangkitkan gairah hidupku, menghangatkanku kala salju kehidupan menyelimutiku, walaupun sesekali sinarnya terkadang membakar dan menghanguskan hatiku dialah cahaya yang menerangi jalanku menuju kehidupan dari kegelapanku yang menyakitkan akan tetapi saat matahari tak mampu lagi berenang di samudra langit maka ia akan tenggelam di dalam pusara waktu serta akan tergantikan oleh bulan, ketika penglihatan lemah untuk melihat kegelapan dan kejauhan, bulan yang bagaikan bidadari dari lembah pun datang menyapaku dan terkadang mencoba membekukanku.
Ketahuilah matahari dan bulanku, aku pohon ini takkan mampu bertahan di lembaran hari tanpamu, daun perasaanku akan cepat mengering, ranting-ranting jiwaku akan kurus, dan akar hatiku pun akan membusuk di jantung padang pasir serta alam menangisiku dengan air hujannya jika tak lagi bersamamu. Dengan gerakan pikiran, aku pohon ini mencoba menutup mataku untuk melihat segala hal melalui kedalaman batinku mencari rahasia-rahasia jiwamu yang tersembunyi. Telinga jiwaku akan mendengar apa yang tidak kamu katakan dan mata hatiku akan melihat apa yang tidak kamu lakukan, aku merasa ada suatu janji antara jiwaku dan tubuhmu. Kalian telah berbaik hati padaku dimana wajah matahari yang selalu tersenyum padaku serta mengisi jiwa-jiwaku dengan keharuman hidupnya dan juga membawa cahaya kedalam hati mahluk hidup lainnya. Engkau bagaikan permata yang gemerlapan di atas daun-daun penuh warna dari semua bunga.
Bulan dalam dekapan kegelapan malam, engkau telah menerangi kegelapan hatiku, matamu yang tajam memancarkan seribu kearifan dan seolah menembus jantungku dengan keindahanmu, engkau bagai serpihan perak dari samudra langit malam yang jatuh dari tenda biru langit, aku pun melihat di dalam hatimu ada cahaya sejati dari Tuhan. Pada musim semi kehidupan melalui maknamu yang tersembunyi dan arti pentingmu yang dashyat, dengan sebuah teriakan hampa, engkau telah menguasai mimpi-mimpiku, menguasai pikiran-pikiranku dan menggoda hatiku.
Diriku telah lama mendayung di padang waktu, kini daun rambutku telah menguning, ranting-rantingku pun telah mengkerut, dan akar kakiku tak mampu lagi mencari tetesan air kehidupan. Tibalah waktuku untuk memilih dengan siapa aku akan menjalani sisa nafasku.
Sesungguhnya aku ingin merasakan cahayamu secara bersamaan, tapi itu takkan pernah terjadi karena bulan dan matahari takkan pernah bersatu.
Suatu saat aku akan menemukan diriku sendiri dalam kehadiranmu. Waktulah yang akan menjawab pertanyaan dalam hatimu.
Label:
Bacaan
Resep, Gado-Gado CINTA
Bahan :
Ketetapan hati
Pengorbanan
Kesediaan menerima apa adanya
Bumbu :
Kejujuran
Kesetiaan
Cemburu
Perlengkapan yang diperlukan :
Kepercayaan dan tanggung jawab
Keseimbangan antara perasaan dan akal sehat
Kesabaran tanpa batas dan kesediaan utk memaafkan tanpa syarat
Cara membuat :
1. Ketetapan hati utk mencintai dan pengorbanan demi kebahagiaan yang dicintai dipotong kecil-kecil.
2. Biarkan kesediaan menerima apa adanya tetap dalam bentuk lembaran2.
3. Kukus keduanya dalam kesabaran tanpa batas dan kesediaan utnk memaafkan tanpa syarat.
4. Jaga baik2 agar api nafsu tidak terlalu besar.
Cara menghidangkan :
1. Tiriskan tapi jangan terlalu kering
2. Hidangkan gado-gado cinta di atas piring kepercayaan dan tanggung jawab. Pastikan, lapisi dulu piring tersebut dengan keseimbangan antara perasaan dan akal sehat.
3. Kuahi dengan sambal kejujuran dan kesetiaan
4. Utk asmara, boleh juga ditambah bawang goreng cemburu, tp jangan terlalu banyak. Cemburu dalam takaran yang pas akan membuat gado-gado cinta tetap terasa hangat.
Selamat Mencoba...
^_^
Ketetapan hati
Pengorbanan
Kesediaan menerima apa adanya
Bumbu :
Kejujuran
Kesetiaan
Cemburu
Perlengkapan yang diperlukan :
Kepercayaan dan tanggung jawab
Keseimbangan antara perasaan dan akal sehat
Kesabaran tanpa batas dan kesediaan utk memaafkan tanpa syarat
Cara membuat :
1. Ketetapan hati utk mencintai dan pengorbanan demi kebahagiaan yang dicintai dipotong kecil-kecil.
2. Biarkan kesediaan menerima apa adanya tetap dalam bentuk lembaran2.
3. Kukus keduanya dalam kesabaran tanpa batas dan kesediaan utnk memaafkan tanpa syarat.
4. Jaga baik2 agar api nafsu tidak terlalu besar.
Cara menghidangkan :
1. Tiriskan tapi jangan terlalu kering
2. Hidangkan gado-gado cinta di atas piring kepercayaan dan tanggung jawab. Pastikan, lapisi dulu piring tersebut dengan keseimbangan antara perasaan dan akal sehat.
3. Kuahi dengan sambal kejujuran dan kesetiaan
4. Utk asmara, boleh juga ditambah bawang goreng cemburu, tp jangan terlalu banyak. Cemburu dalam takaran yang pas akan membuat gado-gado cinta tetap terasa hangat.
Selamat Mencoba...
^_^
Label:
Bacaan
3 Pertanyaan di Jawab dengan 1 Tamparan
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah, dia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, Kyai atau siapa saja yang bisa menjawab tiga pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.
Pemuda : Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada tiga pertanyaan: 1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya. 2. Apakah yang dinamakan takdir. 3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berpikir sejauh itu?
Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit). Kenapa anda marah kepada saya?
Kyai : Saya tidak marah. Tamparan itu adalah jawaban saya atas tiga pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kyai : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kyai : Itulah yang dinamakan takdir. Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kyai : Walaupun setan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan.(sy/sbya)
sumber : http://kisah-islam.co.cc/index.php?option=com_content&task=view&id=35&Itemid=1
Pemuda : Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada tiga pertanyaan: 1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya. 2. Apakah yang dinamakan takdir. 3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berpikir sejauh itu?
Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit). Kenapa anda marah kepada saya?
Kyai : Saya tidak marah. Tamparan itu adalah jawaban saya atas tiga pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kyai : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kyai : Itulah yang dinamakan takdir. Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kyai : Walaupun setan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan.(sy/sbya)
sumber : http://kisah-islam.co.cc/i
Label:
Bacaan
NENEK TUA DAN DAUN KERING
Sahabat, dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur.
Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid.Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.
Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, perempuan itu datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras.
Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang kiai terhormat Syaichona Cholil dr Bangkalan Madura, diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.
Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat,
Pertama : hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya,
Kedua : rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.
Sekarang perempuan tua itu sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhir tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad saw. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan shalawat kepadanya.”
Subhanallah, Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cintanya kepada Rasulullah SHallallahu 'Alaihi Wassallam dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur. Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wassallam.
Semoga dpt menginspirasi kita & bermanfaat..
Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid.Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.
Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, perempuan itu datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras.
Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang kiai terhormat Syaichona Cholil dr Bangkalan Madura, diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.
Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat,
Pertama : hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya,
Kedua : rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.
Sekarang perempuan tua itu sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhir tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad saw. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan shalawat kepadanya.”
Subhanallah, Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cintanya kepada Rasulullah SHallallahu 'Alaihi Wassallam dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur. Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wassallam.
Semoga dpt menginspirasi kita & bermanfaat..
Label:
Bacaan
Langganan:
Postingan (Atom)