Laman

Sabtu, 06 November 2010

Gali Bakat Terpendam Kita

Seekor kodok mengajak berlomba ikan adu cepat. Jalur yang ditempuh menyeberangi sungai. Sang ikan yang bisa berenang cepat menyanggupi karena merasa pasti akan menang.

Pada hari perlombaan, sang ikan bersantai-santai. Ia yang sudah lama hidup di sungai menganggap mustahil kodok bisa mengalahkan dirinya. Maka, ketika lomba dimulai, ia pun masih bersantai. Pikirnya, mana bisa kodok berenang lebih cepat?

Tapi, ternyata. Kodok tidak berenang. Ia meloncati beberapa batuan yang ada di sungai. Karena itu, kodok bisa sampai di seberang lebih cepat dari ikan. Ikan pun protes.

"Kodok, kamu curang. Bukankah harusnya kamu berenang?"

"Siapa bilang? Kita kan lomba menyeberangi sungai, bukan berenang menyeberangi sungai?"

***

Kadang, kita sering jengkel pada keadaan. Sudah bekerja keras banting tulang peras keringat, kok belum sukses juga? Sesudah begitu, kita lantas membanding-bandingkan dengan orang lain. Rasa iri muncul saat melihat orang sukses karena koneksi lah, karena terlahir kaya lah, karena lebih pintar lah. Akhirnya, yang muncul kemudian komentar bernada miris. Yah, dia bisa begitu karena koneksi. Yah, dia sukses kan karena bapaknya kaya. Tanpa kita sadari, kita malah jadi buang-buang energi untuk mengutuk nasib kita yang miskin koneksi, yang tidak kaya, dan hal-hal negatif lainnya.

Cerita sang kodok yang mengalahkan ikan sebenarnya bisa kita jadikan pelajaran. Betapa setiap mahkluk itu punya kelebihan dan kekurangan. Karena itu, iri kepada kelebihan orang lain sebenarnya hanya akan membuang waktu dan tenaga. Kalau kita tahu kelebihan kita, serta tahu bagaimana memanfaatkan kelebihan itu, kita pasti juga bisa sukses. Tidak perlu lagi kita berkomentar negatif pada orang lain yang lebih sukses. Curiga pada kesuksesan orang lain hanya akan menghabiskan energi kita.

Yang perlu kita lakukan adalah menemukan potensi yang ada pada diri kita masing-masing. Kita gali bakat-bakat terpendam yang mungkin ada pada diri kita. Okelah sesekali kita iri dengan orang lain. Tapi, mari kita coba mengubah rasa iri itu jadi hal positif bahwa kita juga bisa berbuat lebih baik lagi.

Kalau orang lain bisa sukses, kenapa kita tidak?

Ibarat kodok tadi. Kalau kita tidak pandai berenang, pandai-pandailah kita memanfaatkan kelebihan untuk meloncat.

Jadi, siap menggali bakat-bakat terpendam kita?

Jodoh: Jangan mencari terlalu sempurna...♥

Jika kamu memancing ikan....

Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....

Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula ke dalam air begitu saja....

Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.


Begitulah juga .........

Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang...

Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya....

Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....

Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu. ...


Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh....

cukuplah sekadar keperluanmu. ...

Apabila sekali ia retak....

tentu sukar untuk kamu menambalnya semula.... Akhirnya ia dibuang....

Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya....

Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....

Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.... akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.


Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUShingga ke akhirnya....

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi...

yang kamu pasti baik untuk dirimu.

Mengenyangkan. Berkhasiat.

Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain..

Terlalu ingin mengejar kelazatan.Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.

Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan.....

yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu. MENYAYANGIMU. ..

MENGASIHIMU. ..

Mengapa kamu berlengah, cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain.


Terlalu mengejar kesempurnaan.

Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain... Kamu juga yang akan MENYESAL.....


~renungan bersama~

Wasiat Luqmanul Hakim Kepada Anaknya

  • Wahai anakku ! Elakkan dirimu dari membuat hutang kerana sesungguhnya dengan berhutang itu akan menjadikan dirimu hina diwaktu siang hari dan menjadikan dirimu gelisah di waktu malam hari.
  • Wahai anakku ! Sekiranya kedua ibubapamu memarahimu kerana sesuatu kesalahan yang telah kamu lakukan maka kemarahan kedua mereka itu adalah seperti baja untuk menyuburkan tanaman.
  • Wahai anakku ! Engkau akan dapat rasakan betapa beratnya ketika mengangkat batu yang besar atau besi yang padat tetapi ada yang lebih berat dari itu iaitu apabila kamu mempunyai jiran tetangga yang jahat.
  • Wahai anakku ! Tidaklah dinamakan kebaikan sekalipun kamu sibuk mencari dan mengumpul ilmu pengetahuan tetapi tidak pernah mengamalkannya. Perbuatan ini tak ubah seperti seorang pencari kayu api yang sentiasa menambah timbunan kayunya sedangkan ia tidak mampu untuk mengangkatnya.
  • Wahai anakku ! Berhati-hatilah terhadap tutur tata dan bicaramu, peliharalah budi bahasamu dan sentiasalah bermanis muka nescaya kamu akan disenangi dan disukai oleh orang yang berada di sekelilingmu. Perumpamaannya seolah mereka telah mendapat barang yang amat berharga darimu.
  • Wahai anakku ! Jika kamu mahu mencari sahabat sejati maka kamu ujilah ia terlebih dahulu dengan berpura-pura membuatkan ia marah terhadapmu. Sekiranya dalam kemarahan itu ia masih mahu menasihati, menyedarkan dan menginsafkan kamu, maka dialah sahabat yang dicari. Jika berlaku sebaliknya maka berwaspadalah kamu terhadapnya.
  • Wahai anakku ! Bila kamu mempunyai teman yang karib maka jadikanlah dirimu sebagai seorang yang tidak mengharapkan sesuatu apapun darinya sebaliknya biarkanlah temanmu itu sahaja yang mengharapkan sesuatu darimu.
  • Wahai anakku ! Jagalah dirimu selalu supaya tidak terlalu condong kepada dunia dan segala kesenangan dan kemewahannya kerana Allah tidak menciptakan kamu hanya untuk kehidupan di dunia sahaja. Ketahuilah tidak ada makhluk yang lebih hina selain dari mereka yang telah diperdayakan oleh dunia.
  • Wahai anakku ! Janganlah kamu ketawa jika tiada sesuatu yang menggelikan, janganlah kamu berjalan jika tiada arah hala tujuan, janganlah kamu bertanya tentang sesuatu yang tidak memberi apa-apa faedah pun kepadamu dan janganlah kamu mensia-siakan hartamu pada jalan maksiat.
  • Wahai anakku ! Sesiapa yang bersifat penyayang sudah tentu dia akan disayang, sesiapa yang bersifat pendiam sudah tentu dia akan selamat dari mengeluarkan perkataan yang sia-sia. Ketahuilah sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari mengeluarkan ucapan kotor, sudah tentu ia akan menyesal kelak.
  • Wahai anakku ! Bergaul dan berkawanlah dengan orang-orang yang soleh dan berilmu. Bukalah pintu hatimu dan dengarlah segala nasihat dan tunjuk ajar darinya. Sesungguhnya nasihat dari mereka bagaikan mutiara hikmah yang bercahaya yang dapat menyuburkan hatimu seperti tanah kering lalu disirami air hujan.
  • Wahai anakku ! Sesungguhnya kehidupan kita ini diibaratkan seperti sebuah kapal yang belayar di lautan dalam dan telah banyak manusia yang karam didalamnya. Jika kita ingin selamat maka belayarlah dengan kapal yang bernama takwa, isi kandungannya ialah iman sedang layarnya pula ialah tawakal kepada Allah.
  • Wahai anakku ! Bila kamu menerima dua undangan majlis, satu majlis perkahwinan dan satu lagi majlis takziah kematian, maka utamakanlah majlis kematian kerana dengan menghadiri majlis ini akan mengingatkan kamu kepada kampung akhirat, sedangkan dengan menghadiri majlis perkahwinan akan mengingatkan kamu kepada keseronokkan dunia sahaja.
  • Wahai anakku ! Janganlah kamu terus menelan apa saja yang kamu rasa manis dan meludah setiap apa yang kamu rasa pahit. Ingatlah, tidak semua yang manis itu akan menjadikan kita segar dan tidak semua yang pahit itu akan menjadikan kita segar.
  • Wahai anakku ! Janganlah kamu makan dengan terlalu kenyang yang berlebih-lebihan. Sesungguhnya adalah lebih baik jika bahagian dari yang kenyang itu diberikan kepada anjing sahaja.
  • Wahai anakku ! Carilah harta di dunia ini sekadar keperluanmu sahaja dan nafkahkanlah hartamu yang selebihnya pada jalan Allah sebagai bekalan di akhirat. Janganlah kamu membuat dunia ini kelak dirimu akan menjadi pengemis dan membebankan pula orang lain tetapi jangan pula kamu terlalu mengejar dunia sehingga terlupa bahawa kamu akan mati. Ketahuilah, apa yang kamu makan dan pakai itu semuanya dari tanah belaka.
  • Wahai anakku ! Jangan kamu melantik seseorang yang bodoh menjadi utusanmu. Jika tiada siapa yang lebih cerdas, pintar dan bijak maka yang sebaiknya dirimu sendirilah yang menjadi utusan.
  • Wahai anakku ! Orang yang bersedia untuk mendengar nasihat dan bimbingan dari orang yang lebih alim, maka dia layak untuk mendapat penjagaan dari Allah tetapi bagi orang yang insaf dan sedar setelah menerima teguran maka dia lebih layak untuk mendapat kemulian dari Allah

Letak Kecantikan Wanita

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang. Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu. Kecantikan wanita ada pada sikap lembutnya, yang terpancar dari keihlasan hati dalam merawat dan menjaga keluarga.

“Wanita yang cantik adalah wanita yang bisa menjaga harga dirinya.”

Sumber : www.kotasantri.com

PEREMPUAN (khususnya untuk para lelaki)


Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.

Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele...¡򠳥 hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu... kau menjad! i lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan. Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.... tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.

Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya... kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tu! mbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana.... karena mere! ka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

(dari teh Sejuk )

Catatan Penghuni Syurga

Wahai Kekasih!
Telah kutitikan nyawa tunggalku pada-Mu
Maka dimanakah Engkau hendak menempatkan aku
Setelah kugadaikan diri seutuh
Jiwaku bersanding dalam cinta-Mu
Hanya air mataku tak pernah kering
Membasuh rindu di ujung malam
Sebab aku CINTA….

“Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dan pada-Nya keridhoan dan syurga, mereka memperolah di dalamnya kesenangan.”
Jiwaku menggeliat mencari sang kekasih sebab rinduku sudah tak terbendung, merenangi ke sudut paling dalam mata air, air mataku. Aku rindu melihat wajah yang dijanjikan. Hatiku berdebar. Sebentar lagi aku akan menjumpainya di sini. Ini tempat yang kuyakini adanya, syurga yang mengalir di bawahnya sungai yang berlapis-lapis dengan rasa dan aroma harum yang berbeda. Kulihat sungai madu, susu, arak dan sungai dengan jenis lain yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Ketika aku punya keinginan ingin memintum air yang terdapat pada lapisan ke tiga sungai itu tiba-tiba perempuan cantik menghampiriku dengan membawa air itu dari gelas emas bertabur intan permata. Aku mengambil gelas itu dari tanganya. Bermimpikah aku? Oh. Pastilah dia bidadari yang dijanjikan untukku.

“Mengapa kau masih berdiri di sini?” tanya perempuan cantik dengan suara merdu. Rasa bahagiaku melambung tinggi di, entah. Ada kebahagiaan tersendiri ketika kembali matanya menatap indah ke arahku.
“Mengapa kau masih di sini? Dia menanti kedatanganmu…” tiba-tiba dia bicara.
“Ikutlah denganku. Aku akan mengajakmu melewati taman – taman yang indah. Dia telah menantimu…”
Aku mengikuti langkah bidadari itu. Sesaat kemudian, dari jauh aku melihat seorang perempuan lain. Dia tanpak sangat cantik melebihi bidadari yang mengiringi langkahku menuju rumah, dia seperti sedang menanti seseorang di depan gerbang istana yang dari jauh bertabur kemilau indah warna berlian.
“Apakah dia menantiku?”
“Ya. Engkau benar. Sejak tadi dia menunggumu.”
“Oh, pasti dia kekasih yang sedang menantiku.”
“Bukan. Dia pelayanmu. Dia menunggu kedatanganmu.”
“Kau sendiri?” tanyaku
“Kekasihmu memberi perintah agar membawamu ke rumah yang sudah lama menanti di isi penghuninya. Kami semua pelayanmu”
“Perempuan itu…, istriku?” Tanyaku lagi melihat wanita yang lebih cantik dari yang kulihat sebelumnya. mataku masih menatap ke arahnya. Jiwaku melambung bahagia tak jelas batas.
“Apa? Dia pelayanku?” nyaris aku tak percaya, tapi aku tidak punya alasan untuk meragukan perempuan-perempuan cantik di depanku.
ketika aku masuk ke pintu gerbang, perempuan cantik itu berdiri menyambutku. Aku melewati taman serta bangunan yang indahnya tak terlukis kata.
“Rumahku kah…”, belum lengkap kusempurnakan kalimatku tiba-tiba seorang bidadari yang sangat cantik mendekatiku. Mata indah itu menerobos masuk ke rongga jiwaku yang tiba-tiba menjelma sesuatu yang membawaku ke pucak. Aku bahagia. Pasti perempuan cantik ini bidadari yang telah dijanjikan untukku.

“Apakah kau istriku? Bidadariku…?” Wanita cantik itu menggeleng. “Segalanya dia melebihi kami semua…” katanya kemudian.
Dia membawaku ke dalam, bergetar hatiku menanti saat-saat menjumpanya. Dia yang akan mendampingiku di sini. Siapakah dia, Oh Kekasih! Beberapa perempuan cantik bermata indah lainnya sedang menyibukkan diri mempersiapkan sesuatu. Diantara mereka seperti ada yang siap untuk menari.
“Masuklah wahai Abu Fatih. Engkau sedang ditunggu di dalam.”
Subhanallah! Subhanallah! Subhanallah…” Bidadari sang pendampingku di istana ini sedang duduk di atas kasur yang indah, dan sepreinya terbuat dari sutra berwarna hijau. Indah. Tak pernah aku melihat dan membayangkan keindahan seperti ini sebelumnya. Dipinggirnya terdapat piala-piala emas yang bersusun rapi. Dia segera berdiri menghampiriku. Oh, matanya indah. Kulitnya putih bersih. Aroma tubuhnya membawaku ke puncak bahagia. Rambutnya terurai indah dengan bibirnya indah menawan. Dia menyambutku dengan ucapan salam. Persis salam yang diucapkan oleh para Malaikat ketika aku memasuki pintu pertama syurga ini.

“Wahai kekasihku, kita akan bersama dan abadi di sini.” Ucapnya lembut dengan suara merdu. Ucapannya mengingatkan aku pada ayat yang sering kubaca ketika di dunia “..Mereka kekal di dalamnya selama lamanya sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar…” (surah At Taubah ayat 20 – 23)
“Bagaimana mungkin aku mendapatkan keistimewaan dan kebahagiaan kebesar ini dan membawaku ke puncak segala?”
“Engkau telah menggadaikan jiwamu pada-Nya. Engkau telah menjaga hati, penglihatan dan pendengaranmu. Engkau telah melakukan jual beli dengan baik. Engkau telah membeli janji SyurgaNya dengan darahmu dan jiwa yang telah kau gadaikan seutuhnya.” Jelasnya sambil membelai indah luapan rasa di mataku. Keyakinan akan menjumpaiNya membuatku kembali menemukan puncak kebahagiaan teratas. Benar – benar aku akan melihatNya besok. Allahu Akbar…! Allahu Akbar! Allahu Akbar…!! Allahu Akbar…..!
(Norabima)

Jika Allah Maha Baik, Kenapa Ciptakan Neraka???

Terkadang ada saudara kita yang bertanya, jika Allah itu Maha Baik, mengapa menciptakan neraka? Mengapa tidak masuk surga saja semua ummatnya? Mengapa harus ada neraka?

Insya Allah mudah-mudahan artikel ini sedikit banyak dapat menjawab.

JIKA ALLAH ITU MAHA PENYAYANG, KENAPA CIPTAKAN NERAKA????

مالسلا مكيلع . ِمــــْسِب ِنَمْحَّرلاِﷲ ميِحَّرلا.ال هلإ َّالإ هللا.دمحم وسر ل هللا دمحلا هلل بر اعلا نيمل. ةالصلا و مالسلا ىلع وسر ل هللا.اما دعب

Ini kisah benar..

kisah seorang gadis Melayu, beragama Islam Ceritanya begini, di sebuah negeri yang melaksanakan dasar 'Membangun Bersama Islam', kerap kali pihak berkuasa tempatan menjalankan pemeriksaan mengejut/mendadak di tempat perniagaan dan kompleks jual beli-belah, untuk memastikan para pekerja di berkenaan / setempat menutup aurat. Aku tak pasti berapa jumlah denda yang dikenakan sekiranya didapati melakukan kesalahan, tapi selalunya mereka akan diberi amaran bagi kesalahan pertama, dan didenda jika didapati masih enggan mematuhi garis panduan/ aturan yang ditetapkan.

Lazimnya dlm setiap operasi sebegini,seorang ustaz ditugaskan bersama dengan para pegawai pihak berkuasa tempatan. Tugasnya adalah untuk menyampaikan nasihat secara berhemah, kerana hukuman dan denda semata- mata tidak mampu memberi kesan yang mendalam.

Dalam satu insiden, ketika operasi yang dijalankan sekitar 2005, seorang gadis yang bekerja di salah satu lot premis perniagaan di Pasaraya Billion telah didapati melakukan kesalahan tidak menutup aurat. Maka dia pun kena denda lah... Setelah surat diberikan oleh pegawai PBT, Ustaz ni pun bagi la nasihat, "lepas ni diharap saudari insaf dan dapat mematuhi peraturan. Peraturan ni bukan semata- mata peraturan majlis perbandaran, tapi menutup aurat ni termasuk perintah Allah. Ringkasnya, kalau taat segala perintahNya, pasti Dia akan membalas dengan nikmat di syurga. Kalau derhaka tak nak patuhi perintahNya, takut nanti tak sempat bertaubat, bakal mendapat azab di neraka Allah.

Tuhan Maha Penyayang, Dia sendiri tak mahu kita campakkan diri ke dalam neraka..." Gadis tersebut yang dari awal mendiamkan diri,tiba- tiba membentak "KALAU TUHAN TU BAIK, KENAPA BUAT NERAKA? Kenapa tak boleh sediakan syurga je? Macam tu ke Tuhan Maha Penyayang?" Mungkin dari tadi dia dah panas telinga, tak tahan dengar nasihat ustaz tu.. dah la hati panas kena denda sebab dia tak pakai tudung/ jilbab.. Ustaz tu terkedu/terkejut sekejap. “Bahaya budak ni. Kalau dibiarkan boleh rosak akidah dia. ” Setelah habis gadis tu membebel, ustaz tu pun jawab: "Dik, kalau Tuhan tak buat neraka, saya tak jadi ustaz. Berapa sen/rupiah sangat gaji saya sekarang. Lebih baik saya jadi tokey/ bandar judi, atau bapa/ sabung ayam.

Hidup senang, lepas/setelah mati pun tak risau sebab gerenti/dijamin masuk syurga. Mungkin awak ni pun saya boleh culik dan jual jadi pelacur. Kalau awak nak lari, saya bunuh je. Takpe, sebab neraka tak ada. Nanti kita berdua jumpa lagi kat syurga.. Kan Tuhan tu baik?" Gadis tu terkejut. Tergamak seorang ustaz cakap macam tu? Sedang dia terpinga- pinga/terheran-heran dengan muka confused.

Ustaz tu pun jelaskan ."perkara macam tadi akan berlaku kalau Tuhan hanya sediakan syurga. Orang baik,orang jahat, semua masuk syurga. Maka apa guna jadi orang baik? Jadi orang jahat lebih seronok/senang. Manusia tak perlu lagi diuji sebab semua orang akan 'lulus' percuma/gratis. Pembunuh akan jumpa orang yang dibunuh dalam syurga. Perogol akan bertemu lagi dengan mangsa/korban rogol disyurga, lepas/setelah itu boleh rogol lagi kalau dia nak/mau. Takde/tak ada siapa yang terima hukuman. Sebab Tuhan itu 'baik'.

Adakah Tuhan macam ni yang kita nak/mau? Awak rasa, adil ke?" tanya ustaz. "Ah..mana adil macam tu. Orang jahat takkan la terlepas macam tu je." Rungut/gerutu si gadis. Ustaz tersenyum dan menyoal lagi: "Bila tuhan tak adil, boleh ke dianggap baik?" Gadis tu terdiam. Ustaz mengakhiri kata- katanya: "Adik, saya bagi nasihat ni kerana kasih sesama umat Islam. Allah itu Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Adil. Sebab tu neraka perlu wujud. Untuk menghukum hamba- hambaNya yang derhaka, yang menzalimi diri sendiri dan juga orang lain. Saya rasa awak dah faham sekarang. Kita sedang diuji kat atas dunia ni. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah, maka bukan HAK kita untuk berpakaian sesuka hati kita. Ingatlah; semuanya dipinjamkan olehNya, sebagai amanah dan ujian.. semoga kita dapat bersabar dalam mentaati segala perintahNya, untuk kebaikan diri kita juga. "