Laman

Selasa, 26 Oktober 2010

Aku ingin segera bertemu Ainul Mardhiyah...

Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi'i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka".


Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga."


Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.


Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . ."


"Assalamu'alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.


Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . ..."


Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama".


Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia.

♡ SURAT DARI HAWA UNTUK HAWA ♡

Hawa,

Sedarkah engkau sebelum datangnya sinar islam, kita dizalimi, hak kita dicerobohi, kita ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau secebis oleh kaum adam, tiada nilaian dimata adam, kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Tapi kini bila rahmat islam menyelubungi alam bila sinar islam berkembang, darjat kita diangkat, maruah kita terpelihara, kita dihargai dan di pandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan didunia ini melainkan wanita solehah.

Wahai Hawa,

Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaranNya, kenapa masih segan mengamalkan isi kandungannya dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintahNya?

Wahai Hawa,

Tangan yang mengoncang buaian bisa mengoncang dunia, sedarlah hawa kau bisa mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang soleh solehah, kau bisa mengegar dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan islam di mata dunia. Tapi hawa jangan sesekali kau cuba mengoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lengguk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu. Jangan Hawa, jangan sesekali cuba menarik perhatian kaum adam yang bukan suamimu. Jangan sesekali mengoda lelaki yang bukan suamimu, kerana aku khuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian Allah.Tetapi memberi kegembiraan pada syaitan kerana wanita adalah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan Adam.

Hawa,

Andai engkau masih remaja , jadilah anak yang solehah buat kedua ibubapamu, andai engkau sudah bersuami jadilah isteri yang meringankan beban suamimu , andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan ad-din Allah.

Hawa,

Andai engkau belum berkahwin , jangan kau risau akan jodohmu , ingatlah hawa janji tuhan kita , wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan mengadaikan maruahmu hanya semata-mata kerana seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan susuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya. Jangan memulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim kerana aku khuatir dari mata turun ke hati ,dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuaan...takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa,

Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang warak tidak menilai wanita melalui keayuaannya, kemanjaannya, serta kemampuannya mengoncang iman mereka. Tetapi hawa , lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan ad-dinnya. Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut menberi kesempatan pada syaitan untuk mengodanya. Lelaki yang warak juga tak mahu bermain cinta sebabnya dia tahu apa matlamat dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita yakni perkahwinan.

Oleh itu Hawa,

Jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu. Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibubapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa,

Cintailah Allah dikala susah dan senang kerana kau akan memperolehi cinta dari insan yang juga menyintai Allah. Cintailah kedua ibubapamu kerana kau akan perolehi keredhaan Allah. Cintailah keluargamu kerana tiada cinta selain cinta keluarga.

Hawa ,

Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang mengoncang buaian ini bisa mengoncang dunia dalam mencapai keredhaan Illahi. Jangan sesekali tangan ini juga yang mengoncang keimanan kaum Adam, kerana aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya

Jumat, 15 Oktober 2010

Sebelum Kamu Mengeluh

  1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
  2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
  3. Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
  4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
  5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda, Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.
  6. sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu hari ini ,Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
  7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
  8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
  9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
  10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
  11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
  12. Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Allah bahwa kamu masih hidup !

sumber :http://khoirzahra75id.multiply.com/journal/item/183/SeBeLuM_kAmU_MeNgELuH


INSOMNIA

I never thought that I'd fall in love, love, love, love

But it grew from a simple crush, crush, crush, crush

Being without you girl, I was all messed up, up, up, up

When you walked out, said that you'd had enough-nough-nough-nough

Been a fool, girl I know

Didn't expect this is how things would go

Maybe in time, you'll change your mind

Now looking back i wish i could rewind

Because i can't sleep til you're next to me

No i can't live without you no more

Oh i stay up til you're next to me

Til this house feels like it did before

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Remember telling my boys that I'd never fall in love, love, love, love

You used to think I'd never find a girl I could trust, trust, trust, trust

And then you walked into my life and it was all about us, us, us, us

But now I'm sitting here thinking I messed the whole thing up, up, up, up

Been a fool (fool), girl I know (know)

Didn't expect this is how things would go

Maybe in time (time), you'll change your mind (mind)

Now looking back i wish i could rewind

Because i can't sleep til you're next to me

No i can't live without you no more (without you no more)

Oh i stay up til you're next to me (to me)

Til this house feels like it did before (Because it)

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Feels like insomnia ah ah (Ah), Feels like insomnia ah ah

Ah, i just can't go to sleep

Cause it feels like I've fallen for you

It's getting way too deep

And i know that it's love because

I can't sleep til you're next to me

No i can't live without you no more (without you no more)

Oh i stay up til you're next to me (to me)

Til this house feels like it did before

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah


For The Rest Of my Life

For The Rest Of my Life

I praise Allah for sending me you my love

You found me home and sail with me

And I`m here with you

Now let me let you know

You`ve opened my heart

I was always thinking that love was wrong

But everything was changed when you came along

OOOOO

And theres a couple words I want to say

Chorus:

For the rest of my life

I`ll be with you

I`ll stay by your side honest and true

Till the end of my time

I`ll be loving you.loving you

For the rest of my life

Thru days and night

I`ll thank Allah for open my eyes

Now and forever I…I`ll be there for you

I know that deep in my heart

I feel so blessed when I think of you

And I ask Allah to bless all we do

You`re my wife and my friend and my strength

And I pray we`re together eternally

Now I find myself so strong

Everything changed when you came along

OOOO

And theres a couple word I want to say

*Repeat Chorus

I know that deep in my heart now that you`re here

Infront of me I strongly feel love

And I have no doubt

And I`m singing loud that I`ll love you eternally

*Repeat Chorus

I know that deep in my heart..

chaand sifarish

hmm hmm hmm hmmm la la la

hey hey hey hey ah ha

subhaan allaah subhaan allah subhaan allah

subhaan allaah subhaan allah subhaan allah

valle valle

valle valle

valle valle

chaand sifarish jo karta hamari deta woh tumko bata

sharm-o-haya pe parde gira ke karni hain hamko khata

zidd hain ab toh hain khud ko mitana hona hain tujhmein fanaa

chaand sifarish jo karta hamari deta woh tumko bata

sharm-o-haya pe parde gira ke karni hain hamko khata

valle vallevalle valle

teri adaa bhi hain jhonke wali chhu ke gujar jaane de

teri lachak hain ke jaise daali dil mein utar jaane de

aaja baahon mein karke bahana hona hain tujhmein fana

achaand sifarish jo karta hamari deta woh tumko bata

sharm-o-haya pe parde gira ke karni hain hamko khata

subhaan allaah subhaan allah subhaan allah

subhaan allaah subhaan allah subhaan allah

hain jo iraaden bata doon tumko sharma hi jaaogi tum

dhadakanen jo suna doon tumko ghabraa hi jaaogi tum

hamko aata nahi hain chhupana hona hain tujhmein fanaa

chaand sifarish jo karta hamari deta woh tumko bata

sharm-o-haya pe parde gira ke karni hain hamko khata

zidd hain ab toh hain khud ko mitana hona hain tujhmein fanaa

Sebuah kado terindah teruntuk ibu, di hari IBU

Ibu, tidak banyak yang dapat ananda beri..

Ibu, tidak banyak yang dapat ananda ucapkan..

Setitik peluh yang keluar dari kulitmu..

Setetes asa yang melambung tinggi diangkasa..

Satuhal yang dapat ananda katakan, terima kasih Ibu..

Teringat ketika kecil dahulu..

Tangan halusmu membelai keningku..

Kecupan bibirmu menenangkan hatiku..

Tangan-tangan yang lembut mengusap airmataku..

Satu tekad dalam hati, Ibu ananda kan menjagamu...

Dikala malam menampakkan selimutnya..

Dikala surya menghamparkan auranya..

Sinar hatimu tidak akan pernah redung walaupun malam kan datang..

Naungan jiwamu tak akan pernah layu, walau panas menghadang..

Satu janji dalam hati, Ibu aku kan membanggakanmu..

Tak pernah menyerah..

Tak pernah putus asa..

Tak pernah sedikitpun mengeluh..

Kau selalu tegar dan tabah..

Tuhan, maafkanlah segala dosa kedua orang tuaku..

Ampunilah segala kesalahan mereka..

Begitu besar jasa dan pengorbanan mereka untukku..

Aku tahu, tak mungkin aku membalas jasa dan pengorbananya..

Sampai kapanpun..

Saat ini dan selamanya..

Ku ingin katakan padamu ibu, Aku Sayang Ibu

(Sebuah kado terindah teruntuk ibu, di hari IBU)