Laman

Kamis, 24 Juni 2010

Kisah Sebutir Mutiara

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang menjadikan akhirat tujuannya, maka Allah akan membuat hatinya kaya dan memudahkan urusannya.” Hati nan kaya raya (qanaah) membuat segalanya terasa cukup, tidak pernah merasa kekurangan walau bagaimanapun kondisinya.

Dengan berorientasi pada akhirat, Allah menjanjikan segala urusan di dunia menjadi mudah. Bukan berarti dalam hidup ini lantas tidak pernah menghadapi persoalan.

Setiap manusia, apakah dia beriman nggak beriman, hidup selalu diwarnai berbagai persoalan, up and down. Memang begitulah kehidupan di dunia ini, cest la vie, kata orang Perancis. Tetapi dengan menjadikan akhirat sebagai tujuan, maka segala macam persoalan kehidupan terasa ringan dan mudah dilewati.

Lalu yang ke tiga, dunia akan datang menghampiri. Maknanya, dengan berbagai kemudahan yang Allah berikan, dengan sendirinya rizki pun datang lebih banyak daripada apa yang telah dijatahkan Allah kepada kita.

Masih dalam hadist yang sama, Rasulullah SAW kemudian menambahkan, “Namun barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah akan mempersulit urusannya dan menjadikan hatinya selalu merasa miskin.”

Hati yang miskin itu, walaupun sudah tercukupi kebutuhan hidupnya, tetapi selalu merasa kurang. Sudah punya rumah satu, ternyata merasa butuh dua. Punya dua, masih juga kurang, tiga kurang, empat kurang…

Bahkan hidup serba kekurangan itu bertambah parah karena barangsiapa hidupnya hanya mengejar-ngejar dunia, dia tidak akan mendapatkan apa-apa di dunia kecuali yang telah ditetapkan Allah baginya. Hatinya senantiasa berada dalam kefakiran. Ini berbahaya karena sabda Rasulullah juga, “Kefakiran itu dekat dengan kekufuran.”

Kalau imannya rapuh, orang yang selalu mengejar dunia gampang menghalalkan segala cara untuk memuaskan rasa kekurangannya. Malah, orang yang orientasi hidupnya salah ini akan diganjar dengan kesulitan atas segala urusan. Ada saja persoalan dunia yang membuatnya berada dalam kesulitan, hatinya selalu susah karena Allah menutup pintu kemudahan baginya.

Dalam kitab La Tahzan, ada ilustrasi menarik mengenai drama kehidupan ini. Adalah dua kelompok nelayan yang bertolak belakang tujuan hidupnya. Kelompok pertama, karena memiliki tujuan akhirat, selalu memperbanyak ibadah kepada Allah.

Kelompok lainnya, karena tujuan hidupnya cuma dunia fana, kerjaannya banyak maksiat. Mereka membawa perempuan ke dalam kapalnya, membekali setiap pelayarannya dengan minuman keras, berjudi di atas kapal, dan segala bentuk kemaksiatan lainnya.

Namun apa yang terjadi? Ternyata ikan tangkapan nelayan-nelayan ahli maksiat itu justru lebih banyak dari ikan tangkapan nelayan yang taat beribadah. Dalam hati, para nelayan yang sholeh diam-diam bertanya, “Ya Allah, bagaimana sih konsep Ente bagi-bagi rizki? Masak mereka yang banyak bermaksiat malah rizkinya banyak, sedangkan kami yang taat dapat rizki sedikit?”

Nelayan-nelayan yang taat beribadah itu pun kemudian sepakat membuat sebuah eksperimen. Mereka akan “menguji” Allah dengan melakukan maksiat kecil-kecilan. Dalam logika sederhana mereka, dengan meniru kemaksiatan yang dilakukan kelompok nelayan yang lain, mereka pun akan mendapat kelebihan rizki.

Benar saja. Ikan tangkapan mereka menjadi banyak. Di antara ikan yang banyak itu, ada satu ikan besar yang ketika dibuka perutnya ditemukan sebutir mutiara tak ternilai harganya.

Dasar orang beriman, bukannya girang, para nelayan itu malah ketakutan. Apakah rizki ini halal? Apakah semua ini min fadlirabbi, dari Allah? Karena khawatir rizki besar itu tidak halal, mereka memutuskan membuang mutiara itu kembali ke laut. Mereka pun pindah tempat memancing dan meninggalkan maksiat eksperimental yang mereka lakukan untuk menguji Allah.

Setelah bertobat, ternyata hasil tangkapan mereka tidak berkurang. Malah, seekor ikan besar kembali berhasil dipancing dan ketika perutnya dibelah, mutiara besar yang tadi dibuang ketemu lagi!

Inilah rahasia nikmat Allah. Yang namanya rizki, biarpun kita buang, bakal balik lagi bila sudah ditetapkanNya sebagai milik kita. Dalam ilustrasi di atas, mutiara yang sudah ditetapkan sebagai rizki para nelayan yang taat itu ternyata tidak ke mana.

Bedanya, cara dan kondisi saat kita memperoleh rizki itu. Rizki yang diperoleh dengan cara baik, akan halal dan membawa keberkahan. Sebaliknya, biarpun sama atau malah lebih banyak, rizki yang haram hanya akan menambah kesulitan. Wallahu a’lam.

Pure Love - Arash

This was just meant to be
You are coming back to me
‘cause, this is pure love
‘cause, this is pure love

Mikham to vaghty khaby
Kenareh to beshinam
Ageh yeh vaght khabam bord
Baz khabeh toro bebinam

Atreh nafashayeh to
Beh tanam bepicheh
Kash bedoony
Keh zendegy bito hicheh

This was just meant to be
You are coming back to me
‘cause, this is pure love
‘cause, this is pure love

I know you are more afraid
Then i’ll say i will wait
‘cause, this is pure love
‘cause, this is pure love

Mikham tane ghashangeto
To baghalam begiram
Begam ageh nabashi
Karam tamoomeo
Bedooneh to mimiram

Mikham labato roo labam
Bezary ta hamisheh
Begam keh zendegy digeh
Bedooneh to nemisheh

This was just meant to be
You are coming back to me
‘cause, this is pure love
‘cause, this is pure love

I know you are more afraid
Then i’ll say i will wait
‘cause, this is pure love
‘cause, this is pure love

Ba ra la la la la ba la la la
The moon smells it all
Ba ra la la la la ba la la la
‘cause this is pure love
Ba ra la la la la ba la la la
The moon smells it all
Ba ra la la la la ba la la la
‘cause this is pure love

To nistio ta abad
Bito delam migireh
Amma zamooneh migeh
Keh digeh kheili direh

This was just meant to be
You are coming back to me
‘cause, this is pure love
‘cause, this is pure love
Ba ra la la la la ba la la la
The moon smells it all
Ba ra la la la la ba la la la
‘cause this is pure love
Ba ra la la la la ba la la la
The moon smells it all
Ba ra la la la la ba la la la
‘cause this ïs pure love

Rabu, 23 Juni 2010

CRUSH

“Crush”
I hung up the phone tonight
Something happened for the first time
Deep inside
It was a rush
What a rush
‘Cause the possibility
That you would ever feel the same way
About me
It’s just too much
Just too much
Why do I keep running from the truth
All I ever think about is you
You got me hypnotized
So mesmerized
And I’ve just got to know
[chorus]
Do you ever think
When you’re all alone
All that we could be
Where this thing could go
Am I crazy or falling in love
Is it real or just another crush
Do you catch a breath
When I look at you
Are you holding back
Like the way I do
‘Cause I’m trying, trying to walk away
But i know this crush ain’t going
Away
Going away
Has it ever crossed your mind
When we’re hanging,
Spending time, girl, are we just friends
Is there more
Is there more
See it’s a chance we’ve gotta take
‘Cause I believe that we can make this
Into something that’ll last
Last forever
Forever
[chorus]
Why do I keep running from the truth
(Why do I keep running)
All I ever think about is you
(All I ever think about)
You got me hypnotized
(Hypnotized)
So mesmerized
(mesmerized)
And I’ve just got to know
[chorus]
Going away
Going away

CINCIN

Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya : "Master, saya belum paham mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman yang ini berpakaian necis amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk tujuan banyak hal lain."

Sang sufi hanya tersenyum, ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata : "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Cobalah, bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas."

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu; "Satu keping emas. Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."

"Cobalah dulu sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak.

Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor; "Master, tak seorang pun yang berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. Dengarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor; "Master, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih; "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas".

Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."

Senin, 21 Juni 2010

MITOS JERAWAT

JIKA berjerawat saat remaja, kemungkinan Anda sudah mendengar beragam nasihat, mulai dari sering-sering membersihkan wajah hingga mengurangi asupan cokelat. Akan tetapi, anjuran-anjuran tersebut kemungkinan hanyalah mitos semata. Berikut beberapa mitos lain yang bisa membantu Anda menangani jerawat di usia dewasa.


Orang dewasa tidak diserang jerawat lagi
Hal ini tidak benar adanya. Survei-survei telah menemukan sejumlah besar orang dewasa yang masih berjerawat di usia 30-an, 40-an, dan bahkan 50-an. Jerawat di usia 36 mungkin kelihatan berbeda (cenderung berupa bulatan merah di sekitar mulut dan rahang) dengan usia 16 (cenderung berupa bintik putih dan hitam yang tersebar di seluruh kening, hidung, dan pipi). Meskipun tampilannya berbeda, keduanya tetap saja jerawat.

Makan cokelat dan minum soda picu jerawat
"Kontroversi diet terhadap jerawat terus berlanjut," terang Amy Derick, MD, FAAD, seorang dermatolog dari Great Barrington, Illinois."Ide bahwa cokelat dan kafein menyebabkan jerawat belum pernah benar-benar terbukti," tutur Derick, seperti dikutip situs webmd.com. Beberapa studi, terang dia, telah menunjukkan bahwa produk susu kemungkinan memengaruhi jerawat, karena adanya hormon dan bakteri dalam susu."Tapi datanya tidak kuat. Dan saya tidak menganjurkan seorang perempuan berusia 30 untuk mengurangi asupan susu yang sangat diperlukan untuk kesehatan tulang," tegas Derick.

Stres picu jerawat
Mitos ini kemungkinan mempunyai beberapa fakta di kehidupan sebenarnya, tapi masih sulit untuk diukur secara pasti."Beberapa studi menemukan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan jumlah jerawat selama mengikuti ujian akhir, tapi belum bisa dipastikan adanya hubungan sebab-akibat," terang Derick. Tidak semua mahasiswa mengalami penambahan jerawat selama menghadapi masa-masa yang penuh tekanan."Jadi, stres kemungkinan berperan. Tapi, kami belum melihat ada studi yang menunjukkan bahwa stres bisa memperburuk jerawat."

Jangan pakai sunscreen karena akan memperparah jerawat
Yang perlu Anda lakukan adalah memilih sunscreen yang tepat. Zat kimia dalam sunscreen, seperti Helioplex, menyebarkan sinar UV melalui rekasi kimia, sehingga bisa menimbulkan bulatan-bulatan akibat panas. Jika Anda rentan berjerawat, gunakan sunscreen fisik seperti zinc oxide.

Jerawat muncul karena kurang cuci muka
"Studi-studi pada remaja menunjukkan bahwa mencuci muka dua kali sehari lebih efektif dibandingkan hanya sekali, tapi tidak perlu lebih dari dua kali karena justru mengeringkan kulit," terang Derick. Produk pembersih (cleanser), terang dia, hanya bertahan di kulit selama lima detik.

Jerawat hanyalah masalah kecantikan semata
Jerawat memengaruhi perasaan Anda terhadap diri sendiri. Selain itu, jika tidak ditangani dengan benar, jerawat bisa meninggalkan bekas luka permanen.

Anda hanya perlu menunggu dan jerawat akan hilang dengan sendirinya. Sekarang ini, Anda bisa memilih berbagai pengobatan jerawat yang tersedia. Dermatolog bisa membantu Anda memilih perawatan yang tepat. Anda bisa membersihkan jerawat dengan menggosok. Menggosok merupakan hal terburuk yang bisa Anda lakukan."Menekan dan menggosok kulit akan meninggalkan bekas luka," terang Derick."



Sumber bacaan: http://www.metrotvnews.com/mobile-site/text-detail.php?read=17941&tgl=2010-05-16

Artikel www.remajaislam.com

10 Kebiasaan Buruk yang Merusak Otak

Sayangi otak Anda,dan ada baiknya kalau Anda kembali menelaah kebiasaan-kebiasaan kecil yang Anda anggap remeh namun berdampak negatif pada otak Anda


1. Tidak Mau Sarapan

Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

2. Kebanyakan Makan.

Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.

3. Merokok

Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula

Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.

5. Polusi Udara

Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

6. Kurang Tidur

Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur

Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit

Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar Al-Quran dan bermain membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.

10. Jarang Bicara

Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.

[muslimdaily.net / ksk] /

Kamu & Hartamu adalah milik Ayahmu

Rasulullah Saw pernah berkata kepada seseorang, “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu.” (Asy-Syafi’i dan Abu Dawud)

Al Kisah:

Terdapat satu riwayat yang cukup panjang berkaitan dengan hal ini.
Dari Jabir Ra meriwayatkan, ada laki-laki yang datang menemui Nabi Saw dan melapor. Dia berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku ….” “Pergilah Kau membawa ayahmu kesini”, perintah beliau. Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada beliau. Jibril berkata: “Ya, Muhammad, Allah ‘Azza wa Jalla mengucapkan salam kepadamu, dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh teliganya.
Ketika orang tua itu tiba, maka nabi pun bertanya kepadanya: “Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah benar engkau ingin mengambil uangnya?” Lelaki tua itu menjawab: “Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya) atau khalati (saudara ibu) nya, atau untuk keperluan saya sendiri?”
Rasulullah bersabda lagi: “Lupakanlah hal itu. Sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan tak pernah didengar oleh telingamu!” Maka wajah keriput lelaki itu tiba-tiba menjadi cerah dan tampak bahagia, dia berkata: “Demi Allah, ya Rasulullah, dengan ini Allah Swt berkenan menambah kuat keimananku dengan ke-Rasul-anmu. Memang saya pernah menangisi nasib malangku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya …” Nabi mendesak: “Katakanlah, aku ingin mendengarnya.” Orang tua itu berkata dengan sedih dan airmata yang berlinang: “Saya mengatakan kepadanya kata-kata ini: ‘Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu, aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan kau yang menderita. Lalu airmataku berlinang-linang dan meluncur deras. Hatiku takut engkau disambar maut,
padahal aku tahu ajal pasti akan datang. Setelah engkau dewasa, dan mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah kaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan. Sayang…, kau tak mampu penuhi hak ayahmu, kau perlakukan daku seperti tetangga jauhmu. Engkau selalu menyalahkan dan membentakku, seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu …, seakanakan kesejukann bagi orang-orang yang benar sudah dipasrahkan.’ Selanjutnya Jabir berkata: “Pada saat itu Nabi langsung memegangi ujung baju pada leher anak itu seraya berkata: “Engkau dan hartamu milik ayahmu!” (HR. At-Thabarani dalam “As-Saghir” dan Al-Ausath).
Ya Akhi...Ya Ukhti yang di rahmati ALLAH...Jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu. Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir. (HR. Muslim)...Yang dimaksud "kufur" disini adalah kufur nikmat dan bukan kufur akidah.