Laman

Jumat, 17 Desember 2010

Nasehat untuk Calon Istri

Ummu Ma’ashirah menasihati putrinya dengan nasihat berikut ini yang telah diramunya dengan senyum dan air matanya:

“Wahai putriku, engkau akan memulai kehidupan yang baru…


Suatu kehidupan yang tiada tempat di dalamnya untuk ibumu, ayahmu, atau untuk seorang pun dari saudaramu. Engkau akan menjadi teman bagi seorang pria yang tidak ingin ada seorang pun yang menyekutuinya berkenaan denganmu hingga walaupun ia berasal dari daging dan darahmu.


Jadilah engkau sebagai isteri, wahai puteriku dan jadilah engkau sebagai ibu baginya. Jadikanlah ia merasa bahwa engkau adalah segalanya dalam kehidupannya dan segalanya dalam dunianya. Ingatlah selalu bahwa suami itu anak-anak yang besar, jarang sekali kata-kata manis yang membahagiakannya. Jangan engkau menjadikannya merasa bahwa dengan dia menikahimu, ia telah menghalangimu dari keluargamu.


Ingatlah selalu bahwa suami itu anak-anak yang besar, jarang sekali kata-kata manis yang membahagiakannya.


Perasaan ini sendiri juga dirasakan olehnya. Sebab, dia juga telah meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan meninggalkan keluarganya karenamu. Tetapi perbedaan antara dirimu dengannya ialah perbedaan antara wanita dan laki-laki. Wanita selalu rindu kepada keluarganya, kepada rumahnya di mana dia dilahirkan, tumbuh menjadi besar dan belajar. Tetapi dia harus membiasakan dirinya dalam kehidupan yang baru ini. Ia harus mencari hakikat hidupnya bersama pria yang telah menjadi suami dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru, wahai putriku. Inilah masa kini dan masa depanmu. Inilah maghligaimu, di mana kalian berdua bersama-sama menciptakannya.

Adapun kedua orang tuamu adalah masa lalu. Aku tidak memintamu melupakan ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu selama-lamanya. Wahai sayangku, bagaimana mungkin ibu akan lupa belahan hatinya? Tetapi aku meminta kepadamu agar engkau mencintai suamimu, mendampingi suamimu, dan engkau bahagia dengan kehidupan bersamanya.”


www.shalihah.com

Kasih Sayang ibu

Seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter, " Bisa saya melihat bayi saya ?"


Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit.


Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga !


Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.


Anak lelaki itu terisak-isak berkata, " Ma, seorang anak laki-laki besar mengejek saya. Katanya, saya ini makhluk aneh."


Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas.


Ibunya mengingatkan, " Bukankah nantinya kamu akan bergaul dengan remaja-remaja lain ?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya.


Dokter itu berkata, " Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya." Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya.


Sang ayah berkata, " Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia."


Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.


Ia menemui ayahnya, " Pa, saya harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua pada saya. Orang itu telah berbuat sesuatu yang besar namun saya sama sekali belum membalas kebaikannya."


Ayahnya menjawab, " Papa yakin kamu takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, " Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semua rahasia ini."


Tahun berganti tahun. Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.


Sang ayah berbisik, " Mama kamu pernah berkata bahwa Mama senang sekali bisa memanjangkan rambutnya. Dan tak seorang pun menyadari bahwa Mama telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan ?"


Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam batin. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Separuh Yamaha Susul Rossi

"DetikSports Sabtu, 04/12/2010 21:13 WIB"

Milan - Tak cuma Jeremy Burgess yang mengikuti jejak Valentino Rossi yang hengkang dari Yamaha dan berlabuh di Ducati. Hampir separuh anggota tim Yamaha memutuskan untuk kembali 'mengabdi' kepada The Doctor.


Satu untuk semua, semua untuk satu. Mungkin perumpamaan itulah yang cocok untuk menggambarkan kekompakan tim Rossi di Yamaha dulu. Saat Rossi memutuskan untuk hijrah ke Ducati, anggota tim yang lain pun menyusulnya.


Yang pertama dipastikan membuntuti Rossi adalah Jeremy Burgess, pria yang telah mendampingi Rossi selama 11 tahun dan jadi andalan di balik kesuksesan The Doctor meraup tujuh gelar juara dunia kelas primer (satu di 500cc dan enam di MotoGP).


Kini, kloter berikutnya yang menyusul Rossi telah 'berangkat'. Kloter ini berisi beberapa orang dengan berbagai posisi berbeda, mulai manajer hingga chef, yang dulu pernah bekerja dengan Rossi di Yamaha.


Diberitakan La Gazzetta dello Sport, di antara orang-orang yang mengikuti Rossi ini ada Davide Brivio, mantan manajer The Doctor di Yamaha. Brivio memang telah mengisyaratkan akan hengkang dari Yamaha pasca keputusan Rossi hijrah ke Ducati.


Selain Brivio, juga terdapat nama Michele Quarenghi (chef), Matteo Flamigni (track engineer), Alex Briggs, Bernard Ansiau, Brent Stephens dan Gary Coleman (keempatnya mekanik), Roberto Brivio dan Emanuele Mazzini (tim logistik, akan bekerja juga untuk Nicky Hayden), Max Montanari dan Emanuela Salvetti (bidang perhotelan). Sedikitnya ada 11 orang yang mengikuti Rossi hijrah ke Ducati.


"Kami mungkin perlu mereview sedikit aspek logistik, bahkan sesuatu yang mungkin paling sederhana, seperti rute yang dipakai Rossi dari truk tim ke pit," terang Team Manager Ducati, Vittoriano Guareschi, terkait masuknya sejumlah kru Rossi ke timnya ini.


"Kami perlu untuk memperluas tim asli kami. Ketika Valentino mengatakan kepada kami bahwa ia punya beberapa teman dekat yang akan meinggalkan Yamaha, kami memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan beberapa orang di Ducati yang tahu pembalap luar dalam," sambung MotoGP Project Manager Ducati, Alessandro Cicognani.


"Kami akan memiliki sekitar 10 orang lebih banyak di tim ini tahun depan. Mereka semua telah bekerja sama dengan Rossi selama bertahun-tahun, mereka akrab dengan kapan dan bagaimana dia melakukan sesuatu," lanjut Cicognani.


Sementara Davide Brivio mengaku keputusannya hijrah ke Ducati dilatarbelakangi oleh keengganannya untuk bekerja sama dengan pembalap selain Rossi.


"Anda bertemu orang seperti Valentino hanya sekali seumur hidup. Itu pun jika Anda beruntung. Setelah Anda bekerja bersamanya, akan sangat sulit untuk bekerja dengan pembalap lain. Selain cepat, ia juga kharismatik, menarik dan cerdas. Kualitas yang membuat setiap menit Anda bersamanya akan menarik dan mengasyikkan," jelas Brivio.

Cinta Tak Harus Memiliki

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.


Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.


”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.


”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni. ”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.


”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”


Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.


”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!” ???


Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.

Hikmah dari Cabe Merah

Ketika harga barang melonjak naik… Cabe Keriting dengan angkuhnya berkata pada sesama kaum cabe: “lihat sekarang aku lah yang termahal dari kalian semua, hei cabe merah, hanya badan saja yang bongsor, tetapi orang jauh lebih memilih aku yang kriting ini….”


Cabe Merah hanya tersenyum dan melirik ke cabe rawit sambil berkata: “Hai Cabe Rawit, aku sangat kagum padamu, walau badanmu kecil tetapi pedasnya luar biasa, walau badanku besar dan bongsor tetapi aku tidak sepertimu, memang harga kita tidaklah mahal, tetapi terjangkau oleh semua orang. Dan bila kita bersama, menghasilkan cita rasanya yang luar biasa. Hal yang sama dengan kau Cabe Keriting, kamu memiliki tubuh yang indah, dan cita rasa yang berbeda pula, tetapi bila kita bergabung bersama maka, akan memiliki cita rasa yang luar biasa pula.” Cabe keriting pun hanya terdiam, dengan ucapan cabe merah tadi.


Inilah pembelajaran yang terindah dari sebuah kerendahan hati, bukan celaan yang kita butuhkan dalam hidup, tetapi harus disadari masing-masing memiliki tugas dan manfaatnya masing-masing. bila dapat bekerja sama dan saling mengisi kekurangan satu sama lainnya, maka hidup ini akan terasa indah.

Janganlah mencari kekurangan orang lain dan membanggakan kelebihan diri sendiri, karena satu orang tidak ada artinya bila dibanding kekuatan dan kerjasama dari banyak orang.


Negara kita memiliki Prinsip Gotong Royong, Tanggang Rasa dan Toleransi yang sangat indah, mengapa kita melupakan warisan leluhur kita, yang notabene memiliki budaya yang begitu indah. Sopan santun dan tata krama serta hubungan yang sangat harmonis satu dengan yang lainnya, menuntun pada keindahan hidup yang dijalani dengan kebersamaan dan kekeluargaan. Saling mengisi, saling berbagi, saling mengayomi dan saling membantu…….


Janganlah hanya melihat perbedaan, tetapi jadikan itu sebagai satu keragaman dan kekayaan. Bila memang ada persamaan, maka binalah dan eratkan hubungan satu dengan yang lainnya agar tidak terpecah.

peribahasa peribahasa gagal :D

1.bersatu kita teguh, bertiga kita Charlie’s Angles


2. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti di sate juga


3. Bagai air di daun talas, kurang kerjaan banget ngamatin air di dedaunan


4. Ada gula ada semut. Ada semut disemprot pake Baygon. Ada banyak semut mati


5. Rajin Mangkal, Kaya


6. Air tenang jangan disangka tak ada buaya, tapi ada ikan paus lagitidur siang


7. Bersatu kita teguh, bercerai kita ke Take Me Out


8. Ada ubi, ada talas. Ada budi, adaanduk


9. Jauh di mata, dekat di hati, boros di pulsa.


10. sedikit demi sedikit lama lama BOSAN


11. Bagai kejatuhan durian runtuh, baru kali ini ada orang kejatohan durian seneng


12. sambil menyelam, buang air


13. Nasir sudah menjadi tukang bubur


14 sedikit demi sedikit, lama2 jadi buncit

Jagalah Lidahmu

LIDAH adalah Penari paling gesit dan Pesilat yang paling tangguh.

LIDAH tidak mengenal letih, tidak mengenal batas rambu.

LIDAH dapat bekerja dengan Cekatan dan Kreatif kapan dan dimana pun juga.

Inilah Kehebatan LIDAH yang sekaligus Berbahayanya LIDAH !

Karena usil dan gesitnya,

LIDAH dapat membuat sejuta Masalah, Musibah bahkan Tragedi dalam Hidup seseorang.

Banyak kesalah-pahaman, kekhilafan, mata gelap, kebencian, sakit hati, angkara murka diakibatkan oleh LIDAH.

LIDAH adalah Senjata yang dapat membunuh tanpa meneteskan darah,

demikian pepatah mengingatkan kita betapa tajamnya LIDAH !

Banyak gossip, kebohongan, fitnah, cacian, rumor, adu domba yang menghancurkan Persahabatan, merusak Kerukunan Keluarga, mengacaukan Ketenangan masyarakat sampai mengancam Persatuan Bangsa, diakibatkan oleh LIDAH.

Banyak pertikaian, kerusuhan, anarki, konflik hingga perang yang membawa banyak korban yang disebabkan oleh jahatnya LIDAH.

Jagalah LIDAH !!!

atau LIDAH akan menghancurkan Hidup Anda..